oleh

Konflik Dengan Conte Pengaruhi performa Godin

Diego Godin belummemiliki awal seperti yang diharapkannya dalam petualangan barunya dan berada dalam situasi sulit di Inter Milan. Menurut surat kabar Italia La Gazzeta dello Sport, pemain Uruguay itu tidak memiliki hubungan yang baik dengan pelatihnya, Antonio Conte, dan itu secara bertahap memudar, meunurut surat kabar Italia La Gazzeta dello Sport.

Bek tengah tiba ditanah Milan musim panas lalu untuk mencari tantangan profesional baru, setelah menghabiskan sembilan musim di Atlético Madrid, dimana ia adalah pemimpin pertahanan denagn tolak ukur sejati diruang ganti. Namun, beberapa bulan terakhir belum berjalan seperti yang di harapkan.

Godín memulai kampanye dimana ia mulai menjadi penting, merengutkan pemain besar, seperti yang kedua di Liga melawan Udinese. Bahkan, di Liga Champions hanya satu pertandingan yang kalah, yang pertama melawan Slavia Praha. Sisa pertandingan dimulai, dalam grub yang inter finish ketiga, setelah FC Barcelona dan Borissa Dortmunt.

Tapi, sedikit demi sedikit, pusat itu kehilangan unggulan. Dia odatang untuk menjadi pemimpin pertahanan, untuk membuat lompatan dalam kualitas bagi tim dan untuk membawa pengalaman kepada kelompok muda. Beberapa kesalahan spesifik dan kesulitannya dalam beradaptasi dengan sistem pusat, tidak dapat disangkal bagi Conte, bersama dengan ledajkan Bastoni muda, berarti bahwa pemain muda itu baru mulai dalam 12 pertandingan Liga.

Jika sepakbola Italia akhirnya dilanjutkan, mungkin dengan kecepatan pertandingan yang hingga bingar. Ini akan membuat banyak tim melakukan rotasi terus-menerus, dan disana Godin bisa mendapatkan kembali keunggulannya telah hilang sejak tiba di Inter. Uruguay selalu menjai pemimpin, dan tidak setahun yang lalu menjadi tolak ukur  dibalik salah satu tim terkuat di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Umurnya 34 tahun dan gajinya 6,5 juta net per musim membuatnya sulit untuk menemukan akomodasi, terlepas dari reputasinya yang luar biasa. Karenanya, yang terbaik yang bisa dilakukan Inter dan Conte adalah mencoba memenangkan kembali pemain yang masih memilki banyak kontribusi. Karakternya akan membuat pulih, seperti yang telah dilakukannya berkali-kali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed