oleh

Mengenal Ayam Kinantan Dan Supporter (KAMPAK FC) PSMS Medan

Mengenal PSMS Medan

(Ayam Kinantan)

PSMS medan didirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub medansche voetbal club (MVC) yang diyakini merukan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena tembakau Delinya. Tak heran bahwasanya logo PSMS berupa DAUN dan BUNGA tembakau Deli.

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim yang berjuluk “Ayam Kinantan” ini.

Era Kemasan PSMS diawali sejak tahun 1954 dimana Ayam Kinantan sering menjajal tim-tim dari luar negeri. Grazer AK, Kowloon Motorbus (Hongkong), Grasshopper, dan Star Soccerites (Singapura) adalah beberapa tim yang diundang sparring. PSMS sering menang. itu sebabnya, Ayam Kinantan juga dijuluki sebagai pembunuh atau eksekutor.

Memasuki era perserikatan (1967-1990) PSMS kian menjelma sebagai tim yang ditakuti di Indonesia. pada tahun 1967, PSMS akhirnya meraih gelar perdananya di ajang ini usai mengalahkan Persebaya Surabaya

PSMS juga sukses mempertahankan gelar juara ini pada musim 1969-70 usai mengalahkan musuh yang sama di babak final. bahkan pada tahun 1970, PSMS menjadi tim Indonesia pertama yang tampil di liga Champions Asia. Pada event ini laju Ayam Kinantan terhenti di babak semi final usai kalah 0-2 dari Taj Club.

Sempat penceklik gelar selama 8 tahun, Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya pada kompetisi perserikatan tahun 1983. Difinal PSMS menglahkan Persib Bandung dengan skor 3-2 lewat drama adu finalti usai bermain imbang 0-0.

PSMS juga sukses mempertahankan gelar ini pada tahun 1985. Di partai puncak, Ayam Kinantan kembali mempecundangi Persib Bandung 2-1 lewat drama adu finalti usai bwrmain imbang dengan skor 2-2.

Duel digelar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta dan disaksikan 150 ribu penonton di mana saat itu kapasitas GBK hanya 110 ribu. Ini jadi rekor penonton terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bahkan menurut catatan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), ini merupakan rekor penonton sepak bola amatir terbanyak di dunia.

SUPPORTER PSMS Medan memiliki beberapa kelompok pendukung yang tertua dan pertama kali berdiri yaitu sejak 17 Januari adalah “KAMPAK FC“(Kesatuan Anak Medab Pecinta Ayam Kinantan-Fans Club). lalu akibat dinamika organisasi lahirlah kelompok supporter kedua yang bernama sMeCK Hooligan(Suporter Medan Cinta Kinantan Hooligan) yang terbentuk pada tanggal 30 September 2003 dan kemudian lahr juga PSMS Medan Fans Club (PFC) sebagai kelompok termuda saat ini. Selain mendukung PSMS di Stadion Teladan Medan, meraka juga ikut memberikan dukungan kepada tim yang terbentuk 30 April 1950 itu kala bertandang  ke Pulau jawa. Kampak FC merupakan klub suporter pendukung pertama yang dimiliki PSMS Medan yang menginisiasikan perubahan paradigma spporter modern di Sumatra Utara. Menjadi Suporter mandiri dan penuh kreasi menjadi tujuan dan identitas supporter sepak bola ditanah Deli saat ini.

Tidak hanya itu PSMS juga melahirkan nama-nama top dari PSMS. sebut saja Sarman Panggabean, Tumpak SihiteNobon Kayamuddin, Sunarndi A, Ronny Pasla, Ricky Yakobi, Soetjipto Soentoro, Ronny Pasla, Iswadi Idris, Abdul Rahman Gurning, Parli Siagian, Zulkaranen Lubis, Jaya Hartono, dan tentu saja kiper legendaris Ponirin Meka.

Pencapaian Era Perserikatan

  • 1954 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
  • 1957 – Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
  • 1967 – Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
  • 1971 – Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
  • 1975 – Juara bersama, dengan Persija Jakarta
  • 1983 – Juara, mengalahkan Persib Bandung
  • 1985 – Juara, mengalahkan Persib Bandung
  • 1992 – Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed